BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "KOPI PAIK"

BEM UI Tuding DPR Nol Besar Jalankan Tuntutan 17+8 dalam Aksi di Senayan



Jakarta|Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025. Dalam aksinya, mereka menagih komitmen wakil rakyat untuk segera menuntaskan 17+8 tuntutan masyarakat.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk penagihan terhadap janji DPR dan pemerintah. Menurutnya, seluruh poin yang tergabung dalam tuntutan 17+8 telah diterima secara kolektif, baik oleh pemerintah maupun anggota dewan, karena itu harus segera diselesaikan tanpa menunda-nunda lagi.


"Jadi kita datang untuk menagih janji, yang tuntutan 17+8, di mana sebenarnya sudah diterima ya oleh pemerintah dan anggota dewan, yang mana itu juga tuntutan kolektif masyarakat, baik dari influencer, mahasiswa, masyarakat sipil. Seluruhnya itu tuntutan yang kita minta untuk segera dituntaskan, untuk segera dilunasi," tegas Diallo.

Ia menambahkan bahwa DPR hingga kini masih terlihat mengabaikan batas waktu yang diberikan rakyat untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Diallo menilai kinerja DPR sangat minim dalam penuntasan agenda yang disuarakan masyarakat.

Akan tetapi dari tenggat waktu yang sudah ditentukan, hingga saat ini masih sangat sedikit yang penuntasannya kita anggap minimal. Masih banyak, kami rasa nol besar dalam hal penuntasan," ujarnya.

BEM UI menilai ada sejumlah poin penting yang hingga kini belum dipenuhi DPR maupun pemerintah. Salah satunya adalah pembentukan tim investigasi independen guna mengusut seluruh pelanggaran HAM berat yang terjadi selama gelombang demonstrasi 25 sampai 31 Agustus 2025 di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, BEM UI juga menyoroti masih adanya anggota DPR yang dianggap bermasalah dan tidak menunjukkan sikap berpihak kepada rakyat, namun belum juga diberhentikan dari jabatannya.

"Kemudian kami juga menuntut agar TNI tidak ikut campur dalam setiap tindakan pengamanan, tindakan yang berhubungan dengan sipil, kembalilah ke barak TNI," sambung Diallo.

Ia memastikan bahwa demonstrasi kali ini merupakan langkah awal untuk mendesak DPR maupun pemerintah segera menindaklanjuti tuntutan 17+8. Diallo menegaskan bahwa aksi lanjutan akan terus digelar apabila komitmen tersebut tidak juga dipenuhi.

"Itu semua yang akan kita tuntut pada hari ini, dan kita juga akan terus bergulir. Ini adalah penagihan janji pertama, dan ini akan ada penagihan janji selanjutnya dan penuntutan terhadap reformasi lembaga dan negara selanjutnya," pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar